Sunday, June 28, 2009

Perawatan gigi pasien dengan penyakit Tiroid

Kejadian penyakit thyroid meningkat  terutama  pada wanita. Sekitar 5% wanita di U.S mengalami perubahan fungsi thyroid dan sekitar 6% dapat dideteksi secara klinik, terasa benjolan thyroid pada saat diraba. Dan diduga sekitar 15 % populasi secara umum memiliki kelainan thyroid.
Telah diperkirakan bahwa angka dari orang yang terkena kelainan ini terdapat dua kali lebih banyak pada kasus yang tidak terdeteksi. Artinya, pasien dengan hypothyroidism atau hyperthyroidism yang tidak terdiagnosis sering datang ke dokter gigi dimana terapi yang rutin dapat berpotensi untuk menghasilkan outcomes yang tidak baik. Pada artikel ini, kami menyelidiki Fungsi dari kelenjar thyroid dan dampak dari disfungsi kelenjar thyroid terhadap kedokteran gigi.

BACKGROUND
Kelenjar thyroid dan hormone yang dihasilkan sangat penting dalam regulasi pertumbuhan, perkembangan dan fungsi metabolik tubuh. Penyakit thyroid dapat mempengaruhi perawatan dalam bidang kedokteran gigi.
 
CONCLUSIONS
Perawatan kesehatan oral secara professional berperan penting dalam pemeriksaan dari pasien kedokteran gigi yang memiliki penyakit thyroid yang tidak terdiagnosa. Untuk perawatan pada pasien yang memiliki penyakit thyroid dibutuhkan pengetahuan dari berbagai kondisi patologi yang berhubungan, seperti symptom atau tanda yang dapat terjadi.
 
CLINICAL IMPLICATIONS
Sebagai bagian dari perawat kesehatan, dokter gigi berperan penting dalam mendeteksi abnormalitas thyroid. Modifikasi dalam perawatan dental harus dipertimbangkan pada saat merawat pasien dengan penyakit thyroid
 
PATOFISIOLOGI
Kelenjar thyroid dibentuk dari epithelium pharyngeal selama minggu ke-3 pada perkembangan janin kemudian migrasi ke caudal ke posisi final dari kelenjar tersebut yang terletak di posterior dari cricoids dan arytenoids cartilages di leher bagian tengah. Selama proses tersebut, duktus thyroglossal dibentuk di ikatan antara anterior 2-3 dan posterior 1-3 di lidah.
Pada kelenjar orang dewasa berisi struktur bilobular dengan berat 15-20gr dan dihubungkan oleh isthmus selebar 2cm yang berlokasi di anterior dari laryngeal cartilages. Isthmus ini bervariasi dalam posisi dan ukuran sehingga sukar teraba. Kelenjar thyroid mudah teraba pada orang dewasa yang sehat. Internal anatomi kelenjar thyroid terdiri dari folikel yang berisi mucinous colloid yang terdapat protein Thyroglobulin. Thyroglobulin adalah dasar pembentukan dari 2 hormon utama yang dihasilkan oleh kelenjar thyroid, yaitu : Triiodothyroxine/T3 dan Thyroxine/T4. Sebagai tambahan untuk Thyroglobulin, iodine dibutuhkan untuk sintesa T3 dan T4. Iodine ditranspor ke sel folikel thyroid dan dikombinasi dengan Thyroglobulin untuk menbentuk prekusor hormone thyroid (Monoiodothyrosine dan Diiodothyrosine). Prekusor ini ditransformasi menjadi T3 dan T4 kemudian dilepaskan ke aliran darah. T4 hanya dihasilkan di thyroid, sedangkan T3 dapat juga dihasilkan di extraglandular tissues. Di plasma, T4 terutama berikatan dengan T4-binding globulin (TBG) dan lebih sedikit berikatan dengan T4-binding prealbumin (transthyretin) dan albumin.
Ket:
Hypothalamus melepas TRH ( thyrotropin-releasing hormone) kemudian bekerja pada kelenjar pituitary anterior sehingga melepaskan hormone TSH (thyroid-stimulating hormone) atau thyrotropin yaitu suatu glycoprotein yang dapat berikatan dengan reseptor TSH di kelenjar thyroid. Ikatan ini mengaktivasi thyroid yang kemudian memproduksi hormon thyroid (thyroxine) yang dapat mengakibatkan hypertrophy dan hyperplasia.
Hormon tiroid mempengaruhi pertumbuhan dan pendewasaan jaringan, metabolisme energi, dan pergantian baik dari sel maupun dari nutrisi. T4 25kali lebih kental dibandingkan T3 dan proses ionisasi terjadi di tempat ekstra glandular ke T3 (sekitar 80% dati T3 di produksi disini ). Persisnya 40% T4 mengalami ionisasi berkebalikan T3 dengan cara yang serupa. Kebalikan T3 secara biologik tidak aktif.
T3 adalah metabolik efektor yang utama, dengan 10 fold gaya tarik menarik yang lebih hebat dari T4 atau nuklear tiroid receptor proteins. Tindakan dari hormon ini pada level molekuler termasuk aktivasi dari genetik material ( sebagian besar transkripsi dan formasi dari messenger asam ribonukleat ) dan translasi kode protein untuk multiple hormonal dan memilih jaringan sebagai hormon pertumbuhan; thyropin melepaskan hormon atau TRH; malic enzim; myosin; dan kompleks pompa kalsium dari retikulum sarcoplasmic. Jaringan yang di spesifikan sebagai reseptor tiroid telah digambarkan sebagai α dan β. Reseptor α ditemukan di sel-sel miocard dan reseptor βyang bertanggung jawab untuk hormon homeostasis dan mekanisme umpan balik. Fungsi dari tiroid seperti hormon somatik regulator lainnya yaitu mengatur mekanisme umpan balik ( figure ),yang mana disini hormon tiroid berperan langsung sebagai inhibitor ( penghalang ) dari TRH, fungsi pengaturan ini diproduksi oleh dirinya sendiri. Kekurangan T3 atau T4 bisa menyebabkan kebalikan dari pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan akan menurunkan fungsi metabolisme pada saat dewasa. Produksi yang berlebihan atau kelebihan tersedianya hormon tiroid bisa berakibat serius dan kemungkinan adanya ancaman hidup jika tidak segera diketahui dan tidak segera ditangani.
Pemeriksaan Fisik Penyakit Tiroid
Berdasarkan pedoman dari American Thyroid Association untuk mendeteksi gangguan fungsi tiroid disarankan untuk menyeleksi seluruh pasien. Ini direkomendasikan kepada pasien yang mempunyai serum tiroid untuk merangsang hormon, atau TSH, yang dilakukan pada saat berusia 35 tahun dan setiap 5tahun setelah itu, tanpa memperhatikan jenis kelamin. Penyakit ini lebih riskan terjadi pada seseorang yang mempunyai sejarah keluarga terhadap penyakit ini dan adanya faktor-faktor penyebab penyakit tiroid. Faktor penyebabnya termasuk anemia ganas, diabetes mellitus, sebelum operasi atau radiasi di daerah kepala dan leher, vitiligo, sejarah keluarga dengan penyakit tiroid, penyakit yang berkaitan dengan autoimun, dan asupan dari iodine tidak hanya untuk obat-obatan saja tetapi juga dapat digunakan untuk diagnostik.
Penyaringan pertama untuk gangguan tiroid yaitu mengadakan pemeriksaan kepala dan leher. Selama proses penyaringan, glandula tiroid diperiksa dengan kepala pasien dipanjangkan pada salah satu sisi. Pemeriksaan menggunakan jari-jari dari kedua tangan untuk melakukan palpasi pada glandula tiroid. Kemudian pasien diinstruksikan untuk menelan, selama pemeriksaan dapat diketahui berapa luas lobus secara anatomi dengan menggunakan 3jari dari salah satu tangan. Penting untuk diingat bahwa lobus sebelah kanan biasanya berukuran lebih besar daripada kiri dan disebabkan karena relaksasi dari bagian luar tiroid tidak dapat di observasi untuk menentukan keadaan pasien. Beberapa kelainan anatomi bisa diperiksa melalui konsistensi, ukuran, palpasi, dan pembesaran. Jika ditemukan suatu kelainan maka dibutuhkan pemeriksaan kadar hormon dan fungsi dari tiroid.
 
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium untuk menilai fungsi tiroid digunakan untuk menegakkan diagnosis dari hio atau hipertiroid berdasarkan gejala pasien. Dari tes fungsi tiroid bisa mencerminkan suatu keadaan yang bukan kelainan tiroid, misalnya hythalamic atau penyakit pituitari, untuk keakuratan dari hasil pemeriksaan dibutuhkan pengetahuan menganai penyakit yang bisa bermanifestasi terhadap kelainan tiroid seperti yang terlihat pada tabel.
Dalam kaitan dengan mekanisme regulasi sekresi hormon tiroid, pengukuran serum TSH adalah test yang terbaik untuk menentukan function tiroid pada sebagian sensitive pengujian kadar logam TSH,penggunaan Test tradisional TRH-stimulated telah ditinjau kembali.
Orang-Orang yang mempunyai hypothyroidism utama akan mempunyai konsentrasi TSH yang meningkat sebagai hasil usaha badan untuk menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan. Nilai-Nilai normal mencakup antara 0.7 milli-International Unit/mililiter dan 5.3 mIU/mL untuk orang dewasa. Rendah atau tingkat TSH yang tidak terdeteksi umunya merupakan hyperthyroidism. tingkat TSH yang normal menandai konsentrasi T3 atau T4 yang abnormal mengindikasikan sebuah kelainan non-tiroid
Total konsentrasi T4 ditentukan oleh perbandingan T4 yang dikeluarkan oleh tiroid , jumlah T4 bersih dan konsentrasi serum TBG. Pasien dengan hyperthyroidism tingkat T4 sudah meningkat atau berkurangnya TBG. Konsentrasi Serum T4 yang rendah dan meningkatnya TBG menandai adanya suatu hypothyroid . Untuk menilai konsentrasi serum T4 bebas , atau FT4, suatu pengujian kadar logam dilakukan itu menentukan tingkat ikatanT4 dengan protein serum. Nilai-Nilai Cakupan untuk FT4 adalah 60-150 nanomoles/liter, dan 0- 3 nmol/L untuk T3 bebas, atau FT3. Rasio ikatan hormone tiroid juga disebut sebagai Test Pengambilan resinT3, mengukur ikatan yang tidak terpakai pada T4. test langsung dari fungsi tiroid melibatkan administrasi in vivo yodium radioaktif pada umumnya iodine 123.pengambilan iodine radioactive tiroid umumnya pengujian logam secara langsung, ukuran normal antara 10-30% pengambilan dari dosis.
Test stimulasi TRH rangsangan adalah digunakan menetapkan thyrotoxicosis, test itu ebagai respon [itu] untuk meningkatkan TRH. Test lainnya yang tersedia meliputi pendeteksian antibody yang melawan terhadap T3 Atau T4 pada kasus dimana kelainan tiroid yang disebabkan autoimun. Suatu hasil diagnosa hyperthyroidism ditetapkan dengan perolehan pengukuran TSH kurang dari 0.1 mIU/mL. keduanya yang utama dan hyperthyroidism sekunder, FT4 tingkatan diangkat.
Beberapa teknik imaging yang berguna untuk mengevaluasi suatu kelenjar tiroid yang abnormal. imaging resonans magnetik dan sonography dapat mendeteksi luas dan massa tumor. Fine-Needle Biopsi dapat bermanfaat ketika penyakit berbahaya dicurigai atau untuk mengesampingkan ilmu penyakit cystic.
 
HIPOTHYROIDISM
Hypothyroidism digambarkan dengan suatu penurunan produksi hormone tiroid dan fungsi kelenjar tiroid. disebabkan oleh kekurangan zat besi, kronis thyroiditis ( Penyakit Hashimoto's), ketiadaan rangsangan, yodium radioaktif yang menyebabkan kerusakan folikel, perawatan dan pharmakologis agents seperti litium dan amiodarone, yang belakangan umumnya digunakan suatu antidysrhythmic. Kondisi ini dapat digolongkan ke dalam dua kategori: hypothyroidism utama, di mana pengrusakan intrathyroid; atau hypothyroidism sekunder, di mana dapat menyebabkan suatu pengurangan secara tidak langsung sirkulasi hormon ( sebagai contoh, perubahan mengenai penyakit atau berhub. dg pembedahan hypothalamus).
Hypothyroidism sejak lahir mengacu pada perubahan pembentukan kelenjar tiroid dapat disebabkan oleh dysgenesis, agenesia, cacat pembawaan sejak lahir di produksi hormon atau pengeluaran.
Dapat disebabkan oleh disgenesis, agenesis, cacat bawaan pada produksi atau sekresi hormone. Kerusakan pada metabolisme hipotalamik dapat dinilai dalam beberapa penyakit.
Mempelajari hypothyroid termasuk hypothyroid idiopatic, tidak mengenai kondisi fisiolois tetapi ditemukannya abnormalitas autoimun atau biokim dan merupakan yang sekunder untuk hipotalamik, eoplas bawah otak, dan pembedahan. Hypothyroid iatrogenic dapat disebabkan oleh pembedahan atau radioterapi pada kalenjar. Hypothyroid selalu terdapat pada populasi spesifik, area geografik, dan berhubungan dengan diet kadar iodine dalam jumlah besar.
Penyakit hashimoto merupakan thyroiditis autoimun, terdapat persebaran limfosit di dalam kalenjar dan produksi dari autoantibody langsung terhadap tiroglobulin dan peroxidase tiroid. Dengan akibat, kedua pembentukan unit dan enzimdari produksi hormone tiroid di blok. Pembesaran tetap pada kalenjar (dikenal dengan gondok) dengan antibody antitiroid merupakan patognomik. Diantara 20-50 % wanita dengan penyakit hashimoto dimulai dengan gondok.
Ketahanan jaringan pada hormone tiroid dikaitkan dengan tingkatan F3 dan F4 tinggi dan TSH normal atau tinggi. Terdapat respon TSH normal atau stimulus TRH. Ketahanan jaringan dipercaya disebabkan oleh mutasi dari hormone tiroid β- reseptor.
Hypothyroid pada masa pertumbuhan merupakan manifestasi dari kretinisme. Karakteristik dari kretinisme termasuk hambatan pertumbuhan, pendek, lidah menonjol, hypertelorism, kulit kering dan apopecia. Pada orang dewasa, hypothyroid dimanifestasikan dengan myxedema dan dikarakteristikan dengan metabolisme perlahan yang meluas, depresi, kelebihan berat, pembengkakan yang merata, penurunan denyut nadi dan pernapasan, parasthesia, status epilepticus, kulit kering, kerapuhan kulit kepala dan rambut, sinus bradikardi, dan periorbital edema.
Kondisi medik yang dikaitkan dengan hypothyroid termasuk hypokolesterolemia, hiponatremia, dan anemia. Hypothyroid ringan atau subklinik berhubungan dengan peningkatan pada TSH dalam kaitannya dengan FT4 pada tingkat normal. Hypothyroid subklinik dihubungkan dengan tingkat kolesterol, atrial fibrillation, dan osteoporosis pada perempuan. Baru-baru ini , hypothyroid subklinikbenar-benar dipertimbangkan menjadi factor resiko yang penting pada penyakit jantung koroner pada wanita. Cardial spesifik yang ditemukan adalah sinus bradikardi, pericardial effusion, gagal jantung dan cornary atheromonas.
Nilai-nilai abnormal laboratory dikaitkan dengan hypothyroid termasuk peningkatan low density lipoprotein (LDL), serum kolesterol, keratin, aspartate aminotransferase, serum laktat dehidrogenase, dan pernicious anemia. Tingkat TSH pada hypothyroid primer tinggi, penurunan pada hypothyroid sekunder dan hypothyroid subklinik tinggi. Tingkatan TSH yang melebihi 2 IU/mL menunjukan hypothyroid. FT4 turun tapi dapat menjadi normal pada tingkat subklinik. Yang menarik, antibody gastric antiperietal ditemukan pada beberapa orang, yang menjelaskan pengamatan achlorhydria pada pasien yang mengalami hypothyroid. Ini meningkatkan pertanyaan tentang kemungkinan penyebab autoimun pada hypertiroid.
Medical manajemen. Pengobatan luas untuk penyakit tiroid melebihi lingkup bahasan ini. Pada umumnya, untuk hypothyroid, levotiroxin sodium atau l-troxine, pengganti merupakan obat pertama sebagai pilihan dan dilaksanakan pada 0,25mg tiap hari dan dititrasi sesuai dengan respon pasien pada jangka waktu bulanan. Ketepatan dosis mula sekitar 1,6μg per kg. dosis lebih wajib selama kehamilan atau ketika penggunaan bersama dengan rifampin dan beberapa antikonvulsan. Pengawasan hati-hati oleh dokter wajib kerena kemungkinan penyebab hypthyroid iatrogenic dengan terapi tidak terkontrol. Hormone T3 dapat digunakan pada penyakit kekurangan T3 dan terdapat pilihan dari kombinasi kedua T4 dan T3 ketika kekurangan banyak dari kedua hormone. Seperti yang disebutkan sebelumnya, i-thyroxine berlanjut menjadi agen yang lebih digunakan karena efek yang tidak diinginkan dari T3 dan pemberian gabungan pada populasi lainnya (sebagian besar dengan komplikasi jantung). Orang dengan angina pectoris (gejala penyakit jantung iskemi) anak menggunakan i-thyroxine pada pagi hari, paling sedikit 30 menit atau lebih sebelum makan dan paling sedikt 1 jam sebelum atau sesudah menggunakan suplemen dari besi, antacids atau sucralfate. Dosis hormone ditambahkan 0,25mg setiap 3 minggu sampai 1mg per hari. Uji fungsi tiroid dilakukan pada 6 minggu setelah pengobatan dimulai. Keefektivan dari terapi diukur dengan uji kadar logam TSH sensitive, dimana nilai tinggi menunjukan pengobatan tidak mencukupi. Tingkat hormone mungkin butuh difiltrasi pada penyakit dari immune-mediated hypothyroid dan dalam hubungan untuk interaksi dengan pengobatan tertentu.
Therapy dimulai segera sejak awal, pada masa anak – anak atau baru lahir untuk mencegah resiko terganggunya perkembangan. Pada kasus dari pituitary atau hypothalamic hipotiroid, bagaimanapun, pengobatan dengan corticosteroid mendahului terapi hormone tiroid untuk menghindari kenungkina kekurangan adrenal
Komplikasi dari myxedema adalah myxedematous coma, gembarannya terlihat seperti hipotermia, bradicardi, hipotensi berat. Myxedema yang menetap dapat menyebabkan terjadinya cardiomegali. Komplikasi lain dari hypotiroid adalah tidak tersedianya sekresi adrenal stimulating hormone yang ditegaskan sebagai hyponatermia yang menetap dan serum hypo – osmolality, jika tidak diobati dapat menyebabkan kelainan serius pada system saraf.
 
HIPERTIROID
Hipertiroid adalah kondisi yang disebabkan oleh tidak teraturnya produksi dari hormone tiroid. Thyrotoxicosis adalah kondisi serius dari hipertiroid yang berhubungan pembukaan jaringan untuk mengakses sirkulasi hormone tiroid. Gambarannya khas seperti tremor, ketidakstabilan emosi, ketidakmampuan mentoleransi panas, sinus tachicardi, efek chronotropic dan ionotropic yang nyata, peningkatan cardiac output ( meningkatnya kemungkinan gagal jantung ), systolic heart murmur, peningkatan nafsu makan dan kehilangan berat badan. Ini dapat disebabkan oleh hiperfungsi tiroid, ketidakseimbangan metabolism dan produksi hormone diluar kelenjar.
Penyakit Grave’s adalah penyakit kompleks yang dihasilkan oleh hipertiroid dengan gondok pada waktu yang lama, ophalmophaty dan dermopathy. Tidak semua dari tanda – tanda dapat telihat bersama selama berjalannya penyakit. Penyakit grave’s dapat terjadi pada umur berapa saja, tetapi sebagian besar ditemukan decade ketiga atau keempat. Terjadi 4 -7 kali pada wanita daripada pria.
Komponen Genetic juga penting untuk penyakit grave’s dengan peningkatan human leukocyte antigen haplotypes B8 dan DRw3 diantara orang kaukasia, Bw36 pada orang jepang dan Bw46 pada orang ras cina. Antibody juga dideteksi melawan TSH reseptor.
Tidak selalu dapat memastikan adanya tanda – tanda atau gejala dari hipertiroid dengan meraba kelenjar tiroid. Ini dapat diterangkan bahwa jaringan kelenjar tiroid tidak selalu bisa dilakukan pengujian dengan palpasi.
Orang dengan tiroid sirkulating hormone yang terlalu banyak dapat berkembang menjadi kelainan jantung sebagai akibat dari rangsangan yang berlebihan pada otot jantung, menyebabkan aritmyas dan attrial fibrillation. Jika terjadi pada usia lebih muda dari 40 tahun dapat berakibat tirotoksicosis Catatan, hipertiroid dapat menginduksi atrrial fibrillation menyebabkan resistensi terhadap alat picu jantung digital. Temuan lain dari pengujian termasuk sifat/titik kuat dari denyut nadi maksimal dan aliran murmur. Tambahan menifestasi fisik yang berhubungan dengan tirotoksicosis termasuk oncholicosis, tremor pada tangan dan jari – jari tangan, tanda – tanda pada mata seperti widenedpalpebral fissuring, proptosis, dan infrequent blinking dan penurunan berat badan yang nyata. Kondisi yang khas dari cyclis fase tidak dapat diduga.
Ada bukti bahwa orang-orang yang menderita Hyperthyroidism rentan terhadap penyakit asma dan euthyroid, yang menyatakan bahwa pengaruh positif dari control asthmatic. Mekanisme yang bisa menjelaskan bahwa hubungan ini termasuk dapat meningkatkan sensitivitas untuk catecholamines, superoxide produksi dan meningkatkan produksi bronchocostrictive prostaglandins (diketahui sebagai PGE dan PGF) di Hyperthyroidism.
Kondisi thyroid yang lain. Thyroid nodules mewakili perkembangan thyroid gland sesuai dengan ketinggian dari hormon sintesis. beguk beracun (uni - atau multinodular) adalah penyakit yang sering ditemukan di antara orang tua, yang timbul dari sederhana batuk yang berlangsung lama, dengan pembentukan otonom nodules. Kondisi lain yang melibatkan thyroid gland termasuk pyogenic thyroididitis, riedels thyroiditis, subacute granulomatous thyroiditis dan beberapa neoplasma seperti adenomas.
Manajemen medis. perawatan untuk Hyperthyroidism meliputi administrasi propylthiouracil (300-600 mg / hari total di delapan - jam tertentu) atau methimazole (30-60 mg / hari total, administratif dalam dua dosis), dimana thioamides yang menghalangi hormone biosynthesis oleh kegagalan sambungan residu iodotyrosin. mulai dosis untuk propylthiouracil adalah 100 mg setiap enam sampai delapan jam. methimazole lebih efektif daripada propylithiouracil tetapi dengan banyak efek samping. Tujuan utama dari terapi ini adalah untuk membatasi beredar hormon. operasi dan radioterapi (yodium 131, atau I - 131) adalah pilihan lain, tetapi mereka yang terkait dengan risiko membuat hypothyroidism permanen. Radioaktif yodium digunakan untuk pengobatan pasien yang mempunyai penyakit Graves, serta jantung kronis, racun tunggal atau multi nodular atau bentuk dari reaksi parah antithyroid narkoba. Kontraindikasi untuk radioterapi adalah pada kehamilan, payudara atau akut ophthalmopathy. methimazole harus mendahului yodium dalam perawatan pasien yang parah atau Hyperthyroidism besar beguk untuk menghentikan exaverbation dari hyperthyroid kedua negara untuk radiasi. prevalensi yang hypothyroidism dipaksa oleh I-131 adalah antara 2 dan 3 persen pasien dirawat dengan pengandaian ini. hypothyroidism jika berlangsung lebih dari enam bulan setelah terapi, hormon pengganti harus dilaksanakan. penggunaan I-131 terapi pada anak-anak, bagaimanapun, adalah kontroversial dan telah terhubung dengan beeb berkenaan dgn kelenjar oncogenesis. glucocorticosteroids, seperti dexamethasone, dapat digunakan dalam kasus-kasus parah thyrotoxicosis. adrenergic antagonists seperti propanolol digunakan untuk mengontrol gejala yang terkait dengan thyrotoxiosis seperti berkeringat, gemetaran, kegelisahan dan tachycardia. subtotal thyroidectomy (partial removal of the thyroid gland) sedang digunakan karena kurang manfaat dari pengobatan yodium, tetapi tetap sebagai pilihan dalam muda pasien yang tahan terhadap perlakuan pharmacological dan beberapa orang yang telah neoplasms thyroid.
Selama kehamilan, pharmacological management harus terdiri dari dosis terendah yang dapat mempertahankan euthyroid negara. propylthiouracil telah disiapkan atas methimazole, mungkin karena yang terlebih dahulu belum sempat menuju placenta, namun penelitian telah menemukan bukti yang bertentangan.
"Thyroid storm" adalah komplikasi utama dari Hyperthyroidism persisten. ini didefinisikan sebagai respon terhadap tubuh yang menderita thyrotoxicosis. thyroid storm umumnya dinyatakan sebagai ekstrim lekas marah dan igauan, suhu lebih tinggi dari 41 C, tachycardia, hypotension, muntah dan diare. Thyroid badai adalah tubuh Tanggapan untuk dipelihara thyrotoxicosis. ini biasa terjadi di negara-negara di postoperative pasien yang tak terkendalikan undiagnosed atau Hyperthyroidism. ini juga dapat dipicu oleh pembedahan darurat, keracunan darah dan trauma. Beberapa kasus laporan menjelaskan akut kegagalan ginjal, susu acidosis dan tanpa demam. yang melakukan rangsangan untuk thyroid strom tidak diketahui. telah hypothesized bahwa itu tidak disebabkan oleh berkenaan dgn kelenjar hyperfunction tetapi oleh penurunan kapasitas mengikat protein. dysrhythmias parah jantung dan blockages dapat terjadi sekunder untuk jangka panjang terkena thyroid hormon.

PENGELOLAAN GIGI PASIEN YANG MEMPUNYAI PENYAKIT THYROID.
Pengendalian Penyakit thyroid didefinisikan oleh panjang perawatan, tindak lanjut medis, hormon thyroid dan tanpa gejala. Pasien yang telah euthyroidism akan ditindaklanjuti secara rutin minimal dua kali dalam setahun. Pada pasien yang terkena hypothyroidism, sejarah levothyroxine sodium dosis dapat digunakan untuk menilai kontrol.
Berikut ini adalah rekomendasi untuk perawatan gigi bagi para pasien yang memiliki penyakit thyroid dikenal dan pada obat. Lisan kesehatan profesional harus akrab dengan lisan dan sistemik manifestasi dari penyakit thyroid sehingga ia dapat mengenali setiap komplikasi dan menilai tingkat kondisi yang dikendalikan.
HYPOTIROID. Penemuan secara umum meliputi makroglossia, disgesia, penundaan erupsi, kesehatan periodontal yg buruk dan penundaan penyembuhan luka. Sebelum tindakan ke pasien, pertamanya menanyakan siapa yg mempunyai sejarah untuk penyakit kelenjar tiroid, kemudian dokter gigi seharusnya memperoleh diagnosis yg benar dan mengetahui penyebab dari tiroid disorder, seprti halnya komplikasi medis dan terapi medis masa lalu. pemeriksan gigi yang lalu lebih lanjut yg dibenarkan. kondisi prognosis selalu memberi waktu terapi dan pemenuhan pasien
pasien atau siapa saja yg memiliki hipotiroid, tidak ada kepekaan yg semakin tinggi ke infeksi/peradangan. Pasien hipotiroid peka terhadap penyakit kardiovaskular dari arterioskelorosis dan LDL yang meningkat. Sebelum perlakuan kepada pasien, konsultasi dengan kepedulian terhadap pasien yg diutamakan terhadap informasi status cardiovaskuler. Pasien yg memiliki fibrilasi arteri dapat menggnakan terapi antikoagulasi dan profilaksis antibiotic sebelum prosedur dilakukan, tregantung tingkatan kekejaman dari aritemia. jika sudah smpai pathogen, butuh antibiotic profilaksis. Interaksi obat l-tiroksin meliputi peningkatan metabolisme phenytoid, rimfampin, dan carbamazepine, seperti halnya absorpsi dengan sulfat, dan ammonium hidroksi. Ketika l-tiroksin digunakan terjadi peningkatan efek dr sodium warfarin dan juga peningkatan glukogenik, dengan menggunakan hipoglikemik oral juga terjadi peningkatan. Bersamaan dengan trigeli anti depresi dapat mengangkat tingkat dari l-tiroksin. Ketersediaan kolagen seharusnya ketika pengambilan oral antikoagulan dan terapi hormon tiroid. Pasien hiportiroid sensitive terhadap saraf sentral sistem depressan dan abat tidur
Selama terapi diagnosa dan pasien hiprtiroid diberi peringatan agar focus agar tidak lesu, yang mana dapat diindikasi tidak mengontrol status dan menjadi berbahaya untuk pasien dan tingkat respirasi. Hal ini sangat penting menekankan kemungkinan iatrogenic hipertiroid . Penyakit hashimoto’s sama dengan DM, dan pasien DM mungkin hipertiroiglikemik dengan T4. Untuk bidang kedokteran gigi untuk pasien yg memiliki DM harus difokuskan dengan keseimbangan glikemik yg buruk, penurunan penyembuhan dan peningkatan suspensi peradangan
Di dalam sebuah laporan, Johnson dan colleagues membeberkan efek dr epinephrine di pasien hipertiroid. Interaksi tidak signifikan terhadap keseimbangan dengan cardivaskuler. Pasien dengan penyakit cardiovascular atau memiliki pengendalian yg tidak pasti, local anastetik dan retraksi dengan epinefrin harus hati hati. Seseorang dengan dosis normal dalam jangka waktu panjang seharusnya tidak ada masalah penahan rutin yg muncul. Hemostatis pada pasien status cardiovascular dengan antikoagulan. Untuk keseimbangan nyeri setelah operasi,narkotik seharusnya digunakan tapi tebatas.
HYPERTIROID. Sebelum tindakan pasien hipertiroid, kesehatan mulut dibutuhkan dengan manifestasi mulut terhadap tirotoksitisis, suspensi karies, penyakit periodontal, ekstraglandula jaringan tiroid, maxilla atau mandibula osteoporosis, erupsi, dan rasa terbakar pada mulut. Di pasien dengan usia 70 tahun, hipertiroid meperlihatkan anoreksia, atrial fibrilasi dan gagal jantung. Untuk pasien muda, manifetasi awal hipertiroid hádala pnyakit graves, dan wanita dengan toksis nodula. Perkembangan koneksi-jaringan seprti Sjogren’s sindrom dan lupus sistemik eritematous tp juga seharusnya evaluasi pasien dengan riwayat penyakit Graves. Berhati-hati dengan riwayat penyakit dan kondisi fisik terakhir dapat diindikasikan untuk kesehtan mulut dengan keseimbangan hormon tiroid. Pasien hipertiroid untuk penyakit cardiovaskular dari efek homon ionotropic dan kronotropik. Hal ini penting untuk dokter gigi dengn pasien yg memiliki riwayat penyakit cardias.
 
Manifestasi oral pada penyakit Thyroid :
*HIPERTHYROIDISM
Mudah terjadi  karies
Penyakit periodontal
Terjadi pembesaran jaringan glandula thyroid (struma ovarii- di bagian lateral posterior lidah)
Percepatan erupsi gigi
Gejala mulut serasa terbakar
*HIPOTHYROIDSM
Tdk terjadi pembesaran glandula saliva
makroglosia
Glossitis
Penundaan erupsi gigi
resorbsi tulang
Dysgeusia
Pertimbangan dalam penyembuhan/terapi dental :
Sebelum terapi :
meningkatkan tipe kondisi dari thyroid
apa ini merupakan sebuah penyakit karena penyakit thyroid? Jika ya, teliti status jantung
apa itu merupakan gejala-gejala dari penyakit thyroid? Jika ya, lakukan terapi dan konsultasi ke seorang ahli
Pemeriksaan awal stimulasi hormone thyroid, atau TSH, control adalah indikasi dari tingkatan hormone, lamanya terapi dan memonitor tindakan medis. Jika pasien tidak menerima suatu supervise kesehatan selama lebih dari 1 tahun, maka konsultasi kan ke physician.
Pemeriksaan dasar banyaknya nilai komplit darah. Beri peringatan untuk menginduksi obat leucopenia dan anemia
Menilai suatu kemungkinan pengobatan dan interaksi dengan tyroxine dan TSH. Buat pengobatan pasti yang dimodifikasi jika pasien telah menerima terapi anti koagulan
Ambil blood pressure dan heart rate. Jika blood pressure dinaikkan di tiga pembacaan yang berbeda atau diantaranya tanda dari takikardi atau bradikardi, menyeyujui keputusan terapi dan konsultasi ke physician.
 
Selama terapi :
Pengujian oral seharusnya termasuk dalam glandula saliva. Memberi perhatian terhadap manifestasi oral
Monitori tanda vital selama prosedur :
Apa pasien terjangkit eutiroid? Jika ya, itu bukanlah sebuah kontraindikasi untuk melakukan anastesi lokal dengan epinephrine.
Pakai  epinephrine jika beta bloker tidak selektif
Jika pasien tersebut seorang hyperthyroid yang tidak terkontrol, hindari epinephrine.
Meminimalkan stress 
Terapi berlanjut jika masih terdapat gejala penyakit thyroid
Membuat modifikasi yang berhubungan jika terdapat penyakit end-organ, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan asma
Setelah terapi :
Kontrol sakit kepala
Melanjutkan terapi penempatan hormone atau obat anti thyroid sebagai anjuran yang tepat
Konsultasi seorang pasien physician sebelum menjalani sebuah prosedur anvasi adalah indikasi dalam pasien yang memiliki sakit hipertiroid kontrol. Terapi seharusnya disetujui jika pasien dengan gejala penyakit yang tidak terkontrol. Gejala-gejalanya meliputi takikardi, nadi yang tak normal, berkeringat,hipertensi, tremor,penyakit thyroid yang tidak nyata atau samar dan inisiasi kontrol yang lebih dari 6 bulan hingga1 tahun dan gagal.
Sebuah penurunan dalam sirkulasi neurothrophil telah memberi hasil selama krisis berat thyroid. Terapi dental, bagaimanapun, biasanya tidak menjadikan sebuah prioritas. Infeksi mudah berpengaruh menurunkan efek samping obat. Orang yang memiliki hyperthyroid telah menggunakan terapi dengan propyl-thiouracil harus lebih termonitor untuk memungkinkan agranulocytosis atau leucopenia sebagai sebuah efek samping dari terapi. Disamping efek leucopenia,propilthiouracyl dapat mengakibatkan formasi silolith dan penurunan efek anti koagulan dari warfarin. Sebuah jumlah darah yang lengkap dengan sebuah perbedaan indikasi akan terjadi jika beberapa medikasi mempengaruhi leucopenia saat ini. Aspirin, kontraseptives,esterogen, dan obat-obat nonsteroid anti inflamasi atau NSAIDs, mungkin bentukan T4 untuk TBG dari plasma akan turun. Penurunan jumlah sirkulasi T4 dan dapat membentuk Thyrotoxikosis. Aspirin, glukokortikosteroid, dopamine dan heparin dapat menurunkan tingkatan TSH, komplikasi sebuah diagnosis untuk pertama yang benar atau hyperthyroid pituitary.
Pemakaian epinephrine dan simpatomimetik lainnya menjamin pertimbangan yang khusus ketika terapi pasien yang mengidap hipertiroid dan mengambil beta bloker secara tidak selektif. Aktivitas epinephrine dalam reseptor alpha-adrenergik dikarenakan vasokonstriksi dan dalam reseptor beta 2 dikarenakan vasodilatasi, ketidakselektifan aliminasi beta bloker mengakibatkan vasodilatasi,
Penggunaan epinephrine dan simpatomimetik lain perlu pertimbangan khusus ketika mengobati pasien yang mempunyai hyperthyroidism dan mengkonsumsi ß- Blockers nonselektif. Epinephrine bekerja pada reseptor α-adrenergic yang menyebabkan vasokonstriksi dan pada reseptor ß2 yang menyebabkan vasodilatasi. ß- blockers Nonselektif mengeliminasi efek vasodilatory, yang berpotensi dalam suatu peningkatan α-adrenergic di dalam tekanan darah. Mekanisme ini berlaku bagi pasien manapun yang mengkonsumsi ß- blockers nonselektif, dan itu berhubungan dg pasien yang mempunyai hyperthyroidism oleh karena kemungkinan komplikasi kardiovascular yang dapat timbul. Pengetahuan dr interaksi yang diuraikan perlu perhatian klinis untuk kemungkinan terjadinya komplikasi.
Selama perawatan, kesadaran yang ditingkatkan terhadap manifestasi jaringan rongga mulut yang lunak dan keras, seperti diuraikan sebelumnya, harus ditekankan. Pengujian rongga mulut meliputi pemeriksaan dan palpasi kelenjar saliva. Jika pasien tidak mempunyai penyakit kardiovascular atau tidak mendapat terapi antikoagulation, pertimbangan hemostatic tidak perlu perhatian dalam prosedur rongga mulut. Manajemen pasien yang menerima terapi antikoagulation telah diuraikan pada literatur.
Para Pelayanan kesehatan rongga mulut yang profesional perlu mengenali gejala dan tanda penyakit gondok, sebagai pasien bisa menunjukan untuk perawatan gigi selama tahap awalnya atau ketika tidak didiagnose. Pasien yang mempunyai hyperthyroidism tingkat kekhawatirannya telah tinggi, dan tekanan atau pembedahan dapat mencetuskan thyro-toxic. Epinephrine dikontraindikasikan, dan memilih perawatan gigi harus ditunda untuk pasien yang mempunyai hyperthyroidism dan tanda yang muncul atau gejala thyrotoxicosis. Perjanjian pertemuan yang singkat dan manajemen tekanan adalah penting untuk pasien yang mempunyai hyperthyroidism. Perawatan harus dihentikan jika tanda atau gejala suatu krisis thyrotoxic berkembang dan akses ke layanan medis keadaan darurat harus tersedia.
Setelah perawatan, sesudah operasi selesai analagesia dianjurkan. NSAIDS harus digunakan dg perhatian pada pasien yang mempunyai hyperthyroidism dan siapa yang mengkonsumsi ß- blockers, seperti dulu dapat mengurangi efisiensi kemudian. Sakit, bagaimanapun, dapat mempersulit fungsi jantung pada pasien yang mempunyai hyperthyroidism dan penyakit yang mempunyai gejala, dan pengobatan alternatif penyakit perlu didirikan. Hal tersebut penting bahwa pasien itu melanjutkan mengkonsumsi pengobatan gondok mereka seperti yg ditentukan. Jika suatu prosedur muncul diperlukan pada awal minggu dari perawatan gondok, menutup meningkat dengan endocrinologist yg diperlukan.
KESIMPULAN
Pasien yang mempunyai penyakit gondok menyajikan suatu perawatan yg merupakan tantangan bagi dokter gigi. Kesadaran kondisi dan langkah perawatan itu penting dalam pemahaman modifikasi yang mungkin diperlukan untuk perawatan gigi. Lama dan current state therapy itu penting dalam pemahaman kontrol metabolik pasien. Kesulitan yang utama dr pasien dengan hyperthyroidism dan hypothyroidism dihubungkan dengan berhubungan dengan comorbidas jantung. Kondisi-kondisi comorbid lain adalah DM dan sakit asma. Konsultasi dengan dokter atau suatu endocrinologist dijamin bila ada tanda atau gejala penyakit gondok dicatat pada pengujian.
Modifikasi Perawatan gigi mungkin perlu untuk pasien mengenai gigi yang adalah di bawah manajemen medis dan kelanjutan untuk suatu kondisi gondok sekalipun jika tidak ada kondisi-kondisi comorbid. Pengurangan Tekanan, Kesadaran efek samping obat atau interaksi, dan kewaspadaan untuk penampilan tanda atau gejala toxicitas hormon antara lain adalah tanggung-jawab penyedia pelayanan kesehatan rongga mulut.



No comments:

Post a Comment