Monday, February 02, 2009

LESI RONGGA MULUT ( ORAL LESSION )

Pada mukosa rongga mulut sering dijumpai adanya lesi yang dapat menganggu bahkan mengakibatkan keluhan yang bermacam - macam ...apa saja jenis lesi .....!!!

LESI RONGGA MULUT
Masalah kedokteran gigi tidak hanya membahas gigi geligi tetapi meluas ke rongga mulut yang terdiri dari jaringan keras maupun jaringan lunak. Penyakit jaringan lunak pada rongga mulut dewasa ini, menjadi perhatian serius para ahli terutama dengan meningkatnya kasus kematian yang disebabkan kanker yang ada di rongga mulut khususnya pada negara-negara berkembang di Asia (Saranath dkk,1991).
Salah satu penyakit jaringan lunak pada rongga mulut adalah lesi putih yang merupakan lesi jaringan lunak yang relatif sering terjadi dan dapat berubah menjadi lesi ganas khususnya jika keadaan ini persisten di dalam mulut (Holmstrup dkk, 1992).
Lesi atau kelainan pada jaringan lunak rongga mulut sering kali didiagnosis berdasarkan riwayat penyakit dan pemeriksaan klinis yang singkat, tetapi sering kali cara tersebut tidak tepat dan mengarah ke diagnosis yang tidak tepat sehingga penatalaksanaannya pun tidak tepat. Hal tersebut kemungkinan disebabkan karena lesi pada jaringan lunak rongga mulut mempunyai kemiripan manifestasi klinis antara satu kelainan dengan kelainan lainnya.
Ketepatan pemeriksaan klinis memerlukan proses pendeskripsian lesi yang akurat untuk mengidentifikasikan penyakit pada jaringan lunak rongga mulut maupun kulit, karena kebanyakan kelainan yang menyerang jaringan lunak rongga mulut juga menyerang kulit. Identifikasi lesi secara tepat membutuhkan pemahaman tentang anatomi jaringan lunak rongga mulut dan lesi-lesi dasar.
EPITEL MUKOSA RONGGA MULUT
Epitel / Mukosa Rongga Mulut
Berdasarkan struktur histologisnya, epitel/mukosa rongga mulut terbagi menjadi 2, yaitu Epitel Rongga Mulut dan Lamina Propia.
1 Struktur histologi
Epitel rongga mulut
• Fungsi:
a. Sekresi
b. Pertukaran gas dan absorpsi nutrisi dengan lingkungan
c. Proteksi terhadap sinar UV, perlindungan fisik terhadap infeksi, dan pigmentasi
d. Ekskresi → mengeluarkan nitrogen
e. Reseptor stimulus → sensasi kemotatik: penciuman & pengecapan
• Struktur epitel rongga mulut adalah Stratified Squamous Epithelium:
Stratified Squamous Epithelium
a. Terletak diatas membrana basalis
b. Biasanya terdiri dari sel-sel squamous, seringkali terdiri dari sel-sel polimorfik.
• Sel-sel epitel rongga mulut:
a. Keratinocyte:
Sel epitel mukosa rongga mulut (stratified epithelial cells) yang mengalami diferensiasi.
b. Non-keratinocyte:
Sel pigmen dendritik atau sel tipe lain dalam epitel secara kolektif.
Non-Keratinized Keratinized
Lapisan superfisial Lapisan superfisial
Sel berinti Sel-sel mati (dead cell)
Fungsi: proteksi Sitoplasma diganti keratin
Bersifat selalu basah Bersifat impermeable
• Stratifikasi epitel rongga mulut (dari arah luar ke dalam):
1. Stratum Korneum = Keratinized Layer
- sel terletak di permukaan
- sel pipih, heksagonal & tak berinti
2. Stratum Lusidum
- tidak ada
- kalau ada, tidak berkembang dengan baik
3. Stratum Granulosum = Granular Layer
- sel paling besar & pipih
- sel berinti
- sitoplasma Ú granula keratohialin basofilik
4. Stratum Spinosum = Prickle Cells Layer
- di atas sel basal
- bentuk sel Polihidral
- berduri (Spiny) Ú perlekatan antar sel
- sel berinti
- masih terjadi mitosis
- bersama-sama dengan stratum basale disebut Stratum Malpighi
5. Stratum Basalis = Basal Cells Layer
- melekat pada membrana basalis
- bentuk sel silindris → Stratum Silindrikum
- sel berinti
- pembelahan (mitosis) & penggantian sel rusak atau mati → Stratum Germinativum
Catatan: makin ke permukaan → sitoplasma lebih eosinofil.
Stratifikasi epitel rongga mulut
Lamina propia
Komponen lamina propia terdiri dari:
1. Serabut
a. Serabut kolagen (collagen fibres)
Struktur tersusun tiga dimensi yang menentukan:
- stabilitas mekanik
- mempertahankan bentuk dan ekstensibilitas jaringan
b. Serabut elastik (elastic fibres)
- jumlah sedikit
- bantu mempertahankan bentuk jaringan
c. Serabut retikulin (reticulin fibres)
- mengikat serabut kolagen
- dominan pada membrana basalis
Sistem serabut tersebut berada dalam substansi dasar (matriks), yang terdiri dari:
a. Kompleks karbohidrat-protein
b. Fibroblas:
- sel yang bertanggung jawab pada sekresi
- serabut dan matriks
2. Saraf, pembuluh darah, dan pembuluh limfe
3. Papillary layer
a. serabut kolagen halus (Ø 0,3 - 3 μm) Ú tersusun sebagai jaringan ikat kendor.
b. bagian atas: melekat pada membran basalis.
c. bagian lebih dalam: melekat pada reticuler layer
4. Retikuler layer
→Serabut kolagen lebih kasar dan padat (Ø 10 - 40 μm).

Lamina propia
Pembagian mukosa
Pembagian mukosa berdasarkan struktur histologi epitel mukosa rongga mulut dibagi menjadi 3, yaitu: Masticatory Mucosa, Lining Mucosa, dan Specialized Mucosa.
Mastikatori mukosa
• Sering untuk mengunyah
• Pada epitel yang sering mengalami keratinisasi
• Lamina propia padat dan terikat erat pada tulang
• Terdiri dari:
a. Gingiva dan ephitelial attachment (free dan attached gingiva)
b. Interdental papil dan palatum durum
• Sub mukosa bervariasi:
a. Gingiva → submukosa (-)
b. Palatum → submukosa (+)
• Palatum Durum:
a. Atap rongga mulut dilapisi dengan keratinized stratified squamous epithelium
b. Pada daerah midline tidak ada submukosa
c. Pada raphe mediana → terdapat papilla insisivus
d. Pada sisi-sisi raphe mediana terdapat ridge yang disebut rugea
e. Pada daerah anterolateral terdapat daerah berlemak yaitu daerah submukosa
Lining mukosa
• Lapisan epitel tebal
• Umumnya tidak berkeratin
• Lamina propia tipis dan elastis
• Ikatan lamina propia dengan submukosa bervariasi (elastisitas tinggi dan terikat erat),
tergantung regio. Misalnya:
a. Mukosa pipi e. Mukosa bibir
b. Ventral lidah f. Pallatum molle
c. Vestibulum g. Mukosa alveolar
d. Dasar mulut
• Submukosa terikat pada otot (sering bergerak) → sering terkena trauma
• Lining mukosa terdapat pada:
a. Bibir
b. Pallatum Molle
c. Pipi
d. Permukaan lidah
e. Dasar mulut
a. BIBIR
- kulit/pembungkus bagian luar
- mucocutaneous junction
- permukaan mukosa bagian dalam biasanya berkeratin
- skeletal muscle
- permukaan dalam terdapat:
stratified squamous cell dan non keratinized
glandulla seromukous pada lamina propia
terdapat vermillion border → red area → menghubungkan mukosa rongga mulut dan daerah
bibir yang berkulit.
Red area karena:
epitelnya tipis
mengandung eleidin
pembuluh darah dekat permukaan
- terdapat glandulla cebacea pada sudut mulut, yang disebut Fordyce’s spots.
b. PALLATUM MOLLE
- banyak vaskularisasi pada lamina propia
- lebih berwarna merah muda dibandingkan pallatum durum
- submukosa terdiri dari otot-otot pallatum molle dan kelenjar mukous
c. PIPI
- seperti mukosa pallatum molle dan bibir
- stratified squamose epithelium → non keratinized
- terdapat sel-sel lemak dan glandula seromukous di dalam dan diantara sabut-sabut otot
- lemak dan glandula memberikan gambaran histologis yang unik
d. PERMUKAAN LIDAH (ventral lidah)
- lining mukous juga terdiri dari lamina propia dan submukous
- pada submukous terdapat sabut-sabut otot → di bawah permukaan lidah
e. DASAR MULUT
- dilapisi membrana mukosa non keratinisasi
- di dasar mulut terdapat:
- glandulla salivary minor
- glandulla sub lingualis
- Specialized mukosa
• Epitel berkeratin
• Lamina propia padat dan tipis
• Lamina propia terikat erat pada otot dibawahnya
• Pada regio terdapat Dorsum Lidah, terdiri dari:
1. PAPILLA
Jenis-jenis papilla:
a. Papilla Filliformis → mayoritas
- merupakan permukaan lidah yang kasar.
- kira-kira tingginya 2-3 mm dari permukaan lidah.
- berperan pada pengunyahan dan gerakan makanan.
b. Papilla Fungiformis
- diantara papilla filliformis.
- jumlahnya lebih sedikit.
- bentuknya seperti jamur.
- lapisan epitel tipis dan nonkeratinisasi.
- papilla terlihat merah muda / kemerahan karena pembuluh darah dekat dengan permukaan.
- taste bud kadang-kadang ditemukan pada permukaan superior papilla fungiformis.
c. Papilla Circum Valata
- jumlahnya 10-14.
- besarnya/diameter 3 mm.
- lokasinya di sepanjang sulcus terminalis.
- bentuk huruf V.
- sulcus terletak antara corpus dan radix linguae.
- masing-masing papilla dikelilingi oleh grooves.
- ductus kelenjar von ebner bermuara pada grooves.
d. Papilla Foliata
- terletak pada sisi lateral posterior lidah.
- bentuk berupa groove yang vertikal.
- berjumlah 4-11.
- mengandung taste bud.
TASTE BUD
- sensitivitasnya pada lidah dan palatum.
- mengandung indra rasa. Dapat merasakan 4 jenis rasa, yaitu manis, pahit, asam, asin.
- rasa manis dan asin terdapat pada ujung lidah.
- rasa asam pada lateral lidah.
- rasa pahit pada daerah papila circum valata. Daerah ini sering overlap.
Terbukti semua papilla merespon semua sensasi rasa, tetapi level sensitivitasnya berbeda.
- biasanya dihubungkan dengan papilla pada lidah.
- beberapa tersebar pada pallatum molle, epiglotis, larink, dan pharink.
- mudah dikenali di bawah mikroskop karena struktur yang terbentuk ”Barrel-Shape”.
- sel-sel epitelnya nampak ovoid.
- berhubungan degan ujung saraf sensoris.
- ujung saraf ini berasal dari Chorda Timpany dan kemudian terletak diantara taste bud.
- beberapa jenis sel perasa terdapat diantara 10-14 sel pada taste bud.
- setiap taste bud mengandung beberapa sel perasa (taste cell) yaitu Subtentacular yang
terletak pada perifer taste bud.
- terdapat juga jenis basal sel pada taste bud. Basal sel ini berdekatan dengan basal lamina.
Perbedaan Mukosa Rongga Mulut Berdasarkan Struktur Histologis Epitel Rongga Mulut:
DAERAH EPITEL LAMINA PROPIA SUBMUCOSA
Masticatory Mucosa
Attached gingiva
Merah muda, tidak bergerak, kadang ada daerah berpigmen melanin, stipping bervariasi
Keratinisasi tebal (terutama parakeratinisasi, beberapa ortokeratinisasi)
Stratum papilare tinggi dan sempit
Tidak ada
Palatum durum
Merah muda, tidak bergerak, terdapat rugae dan raphe
Ortokeratinisasi tebal
Bagian medial: rugae dan raphe
Hanya pada daerah lateral, bagian anterior terdapat adiposa, bagian posterior glandula salivary
Lining Mucosa
Mucosa labial dan bukal
Merah muda, mengkilat, banyak daerah mengalami berpigmen melanin, kadang2 terdapat fordysis spot
Non Keratinisasi tebal
Jaringan ikat pada papilla tak teratur, beberapa sabut elastis, perluasan suplai pembuluh darah
Terdapat adipose dan glandula salivary minor, melekat kuat pada otot
Alveolar mucosa
Merah muda kemerahan, mengkilat, kebanyakan sangat mobile
Non Keratinisasi tipis
Jaringan ikat pada papil kadang tidak ada, banyak sabut elastis, suplai pembuluh darah banyak
Terdapat glandula salivary minor, banyak sabut elastis, melekat tidak kuat pada otot atau tulang
Dasar mulut dan ventral lidah
Merah muda kemerahan, lembab mengkilat, dengan pembuluh darah, mobile
Non Keratinisasi sangat tipis
Perluasan suplai pembuluh darah
Dasar mulut: Jaringan ikat pada papila luas.
Ventral lidah: Jaringan ikat pada papila banyak, beberapa sabut elastis, glandula salivary minor
Ada
Dasar mulut :
Adipose dengan glandula submandibular dan sublingual, perlekatan yang kendor pada tulang/otot
Ventral Lidah :
Sangat tipis dan melekat kuat pada otot
3 Lesi atau Luka
Lesi adalah suatu kelainan patologis pada jaringan yang menimbulkan gejala/simtom. Lesi terbagi menjadi 2 macam, yaitu Lesi Primer (pertama kali timbul) dan Lesi Sekunder (timbul setelah lesi primer).
Macam-macam lesi jaringan lunak rongga mulut
LESI PRIMER
1. Makula
2. Papula
3. Plak
4. Nodula (dungkul)
5. Vesikula
6. Bula (blister)
7. Pustula
8. Keratosis
9. Wheals
10. Tumor
SEKUNDER
1. Erosi
2. Ulseri
3. Fisura
4. Sikatrikas
5. Deskuamasi
6. Pseudomembran
7. Eschars
8. Krusta
9. Sinus

A. Lesi primer
1. MAKULA
• Ukuran:
- Titik sampai bercak
- Diameter beberapa mm hingga cm
• Warna:
Merah, coklat keputihan, dsb → Tergantung penyebabnya:
a. Berasal dari vaskularisasi
- Warna: merah kecoklatan
- Bila ditekan berwarna pucat
- Misal: hiperemia
b. Berasal dari pigmen darah
- Warna: merah kebiruan
- Misal: petechiae, purpura, ecchymoses (hematom)
c. Berasal dari pigmen melanin
- Warna: biru kecoklatan
- Misal: hiperpigmentasi
2. PAPULA
• Contoh:
- Lichen planus (pada mukosa) adalah papula keputihan.
- Fordyce’s spot adalah anomali pertumbuhan dmana kelenjar lemak tumbuh ektopik.
• Makula dan papula Terasa gatal, rasa terbakar, dan nyeri
• Permukaan papula:Erosi atau deskuamasi
3. PLAK
• Contoh: Leukoplakia→ lesi praganas (ada kecenderungan menjadi ganas)
4. NODULA
• Contoh: Iritasi fibroma
- Tumor jinak dari jaringan ikat yang terjadi karena iritasi kronis
(iritasi ringan yang terus menerus)
- Dapat hilang sendiri atau tidak, setelah iritasi kronis dihilangkan (misal eksisi)
5. VESIKULA
6. BULA
7. PUSTULA
8. KERATOSIS
• Adalah penebalan yang tidak normal dari lapisan terluar epitel (stratum korneum).
• Warna: putih sampai keabuan.
• Contoh: linea alba bukalis, leukoplakia, lichen planus.
9. WHEALS
10.TUMOR
• Dapat berwarna apapun.
• Lokasi: pada jaringan lunak RM manapun.
• Klinis: Lesi bulat menimbul dan tumor menetap bertangkai/ulseri ditengahnya.

B. Lesi sekunder
1. EROSI
• Dapat sembuh tanpa jaringan parut.
• Contoh: Lichen Planus tipe erosif.
2. ULSERI
• Rasa nyeri bertambah dan bila ditekan menimbulkan perdarahan karena kerusakan sampai
lamina propia.
• Contoh: ulkus traumatikus; stomatitis aftosa rekuren.
3. FISURA
4. SIKATRIKS
5. DESKUAMASI
6. PSEUDOMEMBRAN
• Adalah membran palsu.
• Contoh: Kandidiasis Pseudomembran Akut.
7. ESCHARS
• Adalah cacat atau kerusakan pada kulit / mukosa akibat luka bakar.
8. KRUSTA
• Adalah lapisan luar yang terbentuk dari pengeringan eksudat.
• Contoh: Eritema Multiformis
9. SINUS

Kesimpulan:
Permukaan mukosa rongga mulut → BERBEDA, tergantung dari regionya. Perbedaan tersebut menunjukkan adaptasi fungsional.
Mukosa rongga mulut (adaptasi fungsional)
Lesi adalah suatu kelainan patologis pada jaringan yang menimbulkan gejala/simtom. Lesi ada 2 macam, yaitu Lesi Primer dan Lesi Sekunder.

daftar PUSTAKA
1. Saranath D, Chang SE, Bheite L T, Panchall RG. 1991. High frequency mutation in condons 12
and 61 of H-ras oncogene in chewing tobacco related human oral carcinoma in India. Br J
Cancer.63:573.
2. Holmstrup P. 1992. The controversy of premalignant potential of oral lichen planus is over.
Oral Surg Oral Med Oral Pathol. 73:704-6.
3. Langlais RP, Miller CS. 1994. Atlas Berwarna Kelainan Rongga Mulut yang lazim. Jakarta :
Hipokrates.
4. Zikry KS. 2002. Thrush & Erythema Multiforme. Available at: http://dermatlas.med.jhmi.edu/
derm/IndexDisplay.cmf?ImageID=466116295.
5. Nanci A. 2008. Ten Cate’s Oral Histology. Development, Structure and Function. 7th Ed. St
Louis: Mosby Elsevier.
6. http://library.usu.ac.id/download/fkg/fkg-ameta.pdf.

atau sobat mau Versi PDF nih >>> Makalah lesi Rongga mulut

4 comments:

  1. keren
    thanks

    ReplyDelete
  2. tanya dong...
    pustaka lesi primer dan lesi sekunder dapat dari buku apa? ada ebook yg bisa didonlod ga? pls.. tengkyu so much

    ReplyDelete
  3. ga bisa didonlot versi pdf nya. hisk

    ReplyDelete
  4. hoooeee . . . iza e

    ReplyDelete